Seperti yang telah disampaikan dari Bapak/Ibu untuk mencarikan data pasien askes dalam rangka penyusunan tarif kerjasama askes, kali ini sudah dibuatkan modul untuk melihat rekap data tersebut.
Tapi untuk tingkat kebenaran data yang ada kami tidak mengetahui berapa persen karena selama ini tidak ada yang melakukan validasi laporan bahwa data yang ada pada database Komputer telah benar. Juga rumus yang digunakan dalam kode program apakah memang sudah sesuai yang dibutuhkan..
Seharusnya data tersebut dapat di cari melalui manual administrasi dari masing-masing unit walaupun harus membuka catatan halaman demi halaman kemudian di pilih sesuai dengan kebutuhan
Atau kalau sudah ada system rekap pada suatu periode tertentu seperti rekap per bulan maka jika dibutuhkan data dalam setahun dapat langsung dijumlahkan dari data rekap bulanan yang telah ada.
Pencarian di komputer bisa lebih mudah asalkan sumber data yang dibutuhkan telah dahulu didefinisikan strukturnya dan telah dimasukkan. Tidak hanya itu, data yang dimasukkan juga harus ada validasi sehingga data yang ada tidak menjadi data sampah.
Kemudian antara user pengguna dan programmer bekerjasama secara intensif untuk mendesain apa yang dibutuhkan. Setelah desain difahami oleh programmer mengenai format dan rumus maupun cara pembacaan sumber data barulah bisa dilakukan koding untuk pembuatan software.
Setelah software jadi harus dilakukan testing secara bersama untuk memastikan bahwa data yang dihasilkan telah sesuai dengan rumus pembacaan yang diinginkan. Kesalahan terhadap rumus pembacaan data dapat menghasilkan informasi yang menyesatkan.
Dan pada akhirnya antara data manual dan data komputer menunjukkan hasil yang sama dan kedua-duanya benar.
Bagaimanapun kesulitan pencarian data mudah-mudahan data yang diserahkan juga data yang tidak menyebabkan suatu pengambilan keputusan yang tidak tepat.
Untuk hak akses kami batasi. Bagi Bapak/Ibu yang membutuhkan akses ke modul tersebut untuk bisa menghubungi ke IT.







Sistem informasi manajemen (SIM) bukan sistem informasi keseluruhan, karena tidak semua informasi di dalam organisasi dapat dimasukkan secara lengkap ke dalam sebuah sistem yang otomatis. Aspek utama dari sistem informasi akan selalu ada di luar sistem komputer.